thanah

tentang problema kehidupan di dunia saat ini

Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us
Jumat, 31 Desember 2010

IDENTIFIKASI PELUANG USAHA BARU

Diposkan oleh nanu

IDENTIFIKASI PELUANG USAHA BARU

Begitu banyak peluang didalam mengidentifikasi usaha baru yang lebih baik, dan lebih menarik untuk dikerjakan. Seorang wirausahawan harus mampu mengidentifikasi peluang-peluang yang tersembunyidengan gagasan-gagasan yang baru, dan bekerja keras mewujudkan semua gagasan-gagasanya itu menjadi sebuah kenyataa.

Tedapat dua jenis orientasi yang merangsang penelusuran peluang usaha baru yaitu perangsang orientasi eksternal, dan perangsang orientasi internal. Keingintahuan dan minat pada apa yang terjadi di dunia merangsang orientasi Eksternal, sedangkan Orientasi internal merangsang penggunaan sumber daya - sumber daya pribadi untuk mengidentifikasi peluang usaha baru.

orientasi internal di dapat dari:

1. Konsumen, yaitu wirausahawan harus selalu memperhatikan apa yang menjadi keinginan konsumen atau memberi kesempatan kepada konsumen untuk mengungkapkan keinginan mereka.

2. Perusahaan yang sudah ada, yaitu wirausahawan harus selalumemperhatikan dan mengevaluasi produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan yang sudah ada dan kemudian mencari cara untuk memperbaiki penawaran yang sudah ada sehingga dapat membentuk peluang baru.

3. Saluran distribusi, merupakan sumber gagasan baru yang sangat baik karena kedekatan mereka dengan kebutuhan pasar.

4. Pemerintah, merupakan sumber pengembangan gagasan baru dengan dua cara yaitu melalui dokumen hak-hak paten yang memungkinkan pengembangan suatu produk yang baru, dan melalu peraturan pemerintah terhadap dunia usaha yang memungkinkan muncuknya suatu gagasan tentang usaha baru.

5. Penelitian dan pengembangan. merupakan suatu kegiatan yang sering menemukan atau menghasilkan suatu gagasan produk baru atau perbaikan terhadap produk yang sudah ada.

Orientasi internal akan mendorong penggunaan sumber daya-sumber daya untuk mengidentifikasi peluang usaha baru, Orientasi Internal didapat dari Tiga Tahap penggunaan sumber daya – sumber daya internal yaitu :

1. Analisa konsep hingga bisa terdefinisi dengan jelas, termasuk penguraian masalah yang perlu dipecahkan

2. Penggunaan daya ingat untuk menemukan kesamaan dan unsur-unsur yang nampaknya berhubungan dengan konsep dan masalah-masalahnya

3. Rekombinasi unsur-unsur tersebut dengan cara baru dan bermanfaat untuk memecahkan masalah-masalah dan membuat konsep dasar bisa dipraktekkan

Proses inovasi dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Wirausahawan melihat adanya kebutuhan

2. Mengumpulkan data dan mendefinisikan konsep-konsep

3. Menguraikan masalah-masalah

4. Menggunakan daya ingat untuk mencari kesamaan

5. Menemukan kesamaan dan gagasan yang berhubungan

6. Melihat bagaimana menggabungkan kesamaan dan gagasan yang berhubungan

7. Mencari pemecahan sementara

8. Meneliti pemecahan dengan hati-hati

9. Bergerak terus jika semuanya baik

10. Mencapai keberhasilan

Sumber dan Gagasan bagi Produk dan Jasa baru

Meskipun terdapat banyak cara untuk mencari sumber gagasan baru, baik produk maupun jasa, proses ini dapat dipercepatdengan penggunaan saran-saran berikut dimana gagasan baru bisa memunculkan usaha baru.

v Kebutuhan akan sumber penemuan

v Hobi atau kesenangan pribadi

v Mengamati kecenderungan-kecenderungan

v Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada

v Mengapa tidak terdapat ?

v Kegunaan lain dari barang-barang biasa

v Pemanfaat produk dari perusahaan lain

Proses Perencanaan dan Pengembangan Produk

Gagasan muncul dari sumber gagasan, dan gagasan-gasan tersebut harus disempurnakan daan kemudian dikembangkan terhadap jasa atau prroduk akhir sebelum ditawarkan. prosen penyempurnaan ini disebut proses perencanaan dan pengembangan produk, yang terbagi dalam lima tahapan yaitu:

v Tahap Gagasan

v Tahap Konsep

v Tahap Pengembangan Produk

v Tahap Uji Pemasaran

v Tahap Komersialisasi

Produk Yang Sesuai Untuk Perusahaan Kecil

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan kecil untuk penciptaan suatu produk :

v Untuk pemilihan produk, perusahaan harus memperhatikan pada sumber daya uang, tenaga kerja dan fasilitas yang dimiliki

v Pemilihan segmen pasar yang memungkinkan

v Untuk produk atau proses yang disuplai kepada perusahaan lain hendaknya sangat kecil volumenya sehingga tidak menarik minat para pelanggannya untuk memproduksinya sendiri

v Tingginya nilai tambah. Keuntungan harus lebih besar dari biaya

v Rentang waktu yang diperlukan untuk penyelesaian produk atau proses

Arti Penting Orientasi Pemasaran

Penyebab gagalnya bisnis kecil adalah kurangnya penjualan dan kurangnya daya saing, kedua hal terseburt mencerminkan kenaifan para pendiri perusahaan di dalam mengabaikan pentingnya orientasi pasar.

Wirausahawan harus berorientasi konsumen artinya terlalu sering seorang wirausahawan menyakini gagasan atau produk jasa baru tanpa memikirkan tentang identifikasi konsumen dan kebutuhan konsumen serta keinginan untuk membeli.

Matriks Produk – Pasar

5 langkah untuk merumuskan tujuan bauran produk – pasar :

v Pemeriksaan kecenderungan penting dalam lingkungan bisnis dari daerah produk – pasar

v Pemeriksaan kecenderungan pertumbuhan dan kecenderungan keuntungan

v Pemisahan bidang produk – pasar yang akan menarik ke depan maupun daerah yang akan tertarik

v Pertimbangan mengenai kebutuhan atau diperlukannya tambahan produk atau daerah pasaran baru pada bauran

v Derivasi profil bauran produk – pasar optimum namun realistis didasarkan pada kesimpulan yang dicapai pada langkah 1 sampai 4

Kegagalan Didalam Memilih Peluang Bisnis Baru

Kemampuan manajerial mungkin merupakan alasan bagi kegagalan usaha kecil baru, messkipun terkadang kemampuan manajerial bisa ditunjukan dalam berbagai cara, kekurangan yang paling besar mungkin dikarenakan kurangnya pengalaman lini prodduk, manajerial dan pengalaman yang tidak berimbang.

banyak kegagalan yang dikarenakan kurangnya pengalamn tersebut bisa dihindari dengan perencanaan sebelum produk atau jasa tersebut diterima dan dipasarkan yaitu:

v Kurangnya obyektivitas

v Kurangnya kedekatan dengan pasar

v Pemahaman kebutuhan teknis yang tidak memadai

v Diabaikannya kebutuhan finansial

v Kurangnya diferensiasi produk

v Pemahaman terhadap masalah-masalah hukum yang tidak memadai

Peluncuran usaha baru

Yang harus dilakukan oleh wirausahawan adalah :

Mempertahankan sikap obyektivitas dan selalu mencari gagasan bagi produk atau jasa

Dekat dengan segmen pasar yang ingin dimasuki

Memahami persyaratan teknis dari produk atau proses

Menelusuri secara mendetail kebutuhan finansial bagi pengembangan dan produksi

Mengetahui kendala hukum yang diterapkan pada produk atau jasa

Menjamin bahwa produk atau jasa menawarkan keuntungan tertentu yang membedakannya dari pesaing

Melindungi gagasan kreatif melalui hak paten, hak cipta, merek dagang dan merek jasa

PEMBIAYAAN USAHA YANG BERKEMBANG

Dalam melakukan usaha atau mengembangkanya aakan memerlukan suatupembiayaan yang begitu banyak sehingga harus melakukan suatu usaha kerjasama dengan pihak lain dalam pencarian modal usaha.

v Masalah-Masalah dalam Pencarian Modal

Dalam usaha pencarian modal pastinya akan menemui masalah-masalah didalamnya, Beberapa masalah yang sering ditemui dalam pencarian modal antara lain :

1. Kurangnya ketajaman bisnis (misal : tidak jeli melihat peluang, tidak dapat mengadaptasi masalah dengan baik)

2. Kurangnya pengalaman bisnis

3. Harus dapat mengidentifikasi lebih dahulu kebutuhan modal (baik secara finansial maupun berupa mesin)

4. Harus ada proyeksi laba dan proyeksi mengenai tingkat pengembalian investasi

5. Harus ada identifikasi tujuan dari penggunaan modal usaha

Masalah yang berkaitan dengan kesulitan yang biasanya dihadapi wirausahawan antara lain :

1. Kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan

2. Kegagalan perusahaan untuk menindaklanjuti

3. Kurangnya pengalaman dan ketajaman bisnis

4. Preferensi dari pemodal

5. Kurangnya hubungan dengan sumber-sumber modal.

v Pembiayaan Bisnis

sebelum melakukan pembiayaan bisnis seorang wirausaha haruslah terlebih dahulu melakukan suatu identifikasi yaitu

v identifikasi usaha yang akan dijalankan

v identifikasi sumber pembiayaan

Identifikasi sumber pembiayaan terbagi kedalam dua bagian yaitu

1. Internal (modal perusahaan)

2. Eksternal (investor, kredit bank)

v Menetapkan prioritas bisnis

Tiga tahap pendanaan pengembangan bisnis :

1. Pendanaan tahap awal

2. Pendanaan ekspansi atau perkembangan

3. Pembiayaan akuisisi dan leveraged buyouts

v Penentuan Hubungan Finansial Perusahaan

Sebelum melakkukan usaha terlebih dahulu wirausahawan melakukan identifikasi awal, dan memperhitungkan berapa jumlah modal yang dibutuhkan. selain ittu juga seorang wira usaha harus ada perencanaan financial yaitu :

a. Perencanaan likuiditas (dipusatkan pada perencanaan aliran kas perusahaan)

b. Perencanaan laba (proyeksi perolehan laba)

Ada beberapa cara untuk memproyeksikan kebutuhan kas :

a. Proyeksi laporan laba/rugi

b. Proyeksi laporan neraca

c. Proyeksi arus kas

d. Ringkasan tentang kebutuhan dan penggunaan kas

v Analisa Pulang Pokok

Analisa pulang pokok merupakan suatu teknik untuk menentukan volume penjualan yang harus dicapai, agar tercapai posisi impas / pulang pokok (perusahaan tidak mendapat laba tapi juga tidak menderita rugi)

Analisa Pulang Pokok adalah proses menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi

Unsur dasar analisa pulang pokok :

a. Biaya tetap

b. Biaya variabel

c. Biaya total

d. Pendapatan total

e. Keuntungan

f. Kerugian

g. Titik pulang pokok

v Rumus perhitungan impas :

a. Dalam satuan unit terjual

= biaya tetap / (harga @ - biaya variabel @)

b. Dalam rupiah penjualan :

= biaya tetap / 1 – (biaya variabel @ / harga @)

v Mencari Sumber Modal Usaha

Sebelun melakukan pencarian modal usaha, seorang wirausahawan juga terlebih dahulu melaksanakn penilaian terhadap kelayakan usahanya tersebut.

Pencarian sumber modal berasal dari :

a. Modal perusahaan

b. Modal patungan (perusahaan dengan investor)

c. Modal dari investor

d. Modal pinjaman dari bank

Wirausahawan mempunyai akses pada dua katagori keuangan yaitu : pribadi dan masyarakat

v Hubungan dengan Pemodal

Menjalin suatu hubungan yang baik dengan pemilik modal sangat lah penting dikarenakan pemilik modal adalah sesorng yang penting daslam kelangsungan dalam suatu usaha, berikut adalah cara menjalin hubungan dengan pemilik modal diantaranya:

Harus ada struktur kesepakatan antara perusahaan dengan pemodal

Membina hubungan jangka pendek maupun jangka panjang

Melaksanakan tanggung jawab dengan baik, terutama dalam penyelesaian / pengembalian modal

v Penilaian Perusahaan

Seorang wirausahawan perlu melakukan penilaian terhadap kinerja manajemen termasuk kepada seluruh anggota perusahaan penilaian hasil usaha dengan melakukan evaluasi pada laporan perusahaan, diantaranyaseperti :

a. Laporan laba / rugi

b. Laporan neraca

c. Laporan perubahan modal

d. Laporan arus kas

Melakukan evaluasi eksternal (melalui angket/kuis), bagaimana tanggapan masyarakat terhadap perusahaan

sumber: google.com

1 komentar:

kingkong mengatakan...

thank's infonya gan !!!

usaha tanpa modal

Poskan Komentar